- Menjaga Perairan Selat Melaka: UNRI dan Warga Desa Muntai Berkolaborasi Hadirkan Teknologi Fish Apartment
- UNIVERSITAS RIAU GELAR PENGABDIAN DESA BINAAN DI MUNTAI, KEMBANGKAN APARTEMEN IKAN BERBASIS MASYARAKAT
- Pendaftaran Sekretaris Desa Muntai Masih Sepi, Tiga Bakal Calon Resmi Mendaftar
- Pemdes Muntai Salurkan BLT-DD Tahap III 2026, Setiap KPM Terima Rp900 Ribu
- Politeknik Negeri Bengkalis Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Perangkat Desa Muntai
HLC Masjid Hasanah Desa Muntai
Dari Masjid untuk Peradaban: Hasanah Learning Community (HLC) Desa Muntai Sukses Tutup Program Belajar Batch 1
Sabtu,07 November 2026 - 01:45:pm WIB | Oleh: Administrator
MUNTAI – Masjid tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat ibadah ritual semata, melainkan kembali pada akar sejarahnya sebagai pusat peradaban, pendidikan, dan pembinaan umat. Semangat inilah yang dihidupkan kembali oleh anak-anak muda bersama para tokoh masyarakat di Desa Muntai melalui Hasanah Learning Community (HLC).
Diinisiasi dari kepedulian mendalam terhadap masa depan generasi muda di tengah maraknya hiburan digital, HLC hadir sebagai ruang alternatif yang produktif. Komunitas ini berupaya membangun sumber daya manusia berkualitas langsung dari lingkungan desa, menjadikan masjid sebagai pusat belajar yang ramah dan menyenangkan bagi anak-anak.
Sebagai langkah awal kiprahnya, HLC sukses menyelenggarakan program pembelajaran Bahasa Inggris bagi anak-anak usia sekolah dasar hingga menengah. Program Batch 1 ini telah tuntas dilaksanakan melalui tujuh kali pertemuan intensif, yang diakhiri dengan Final Examination sebagai bentuk evaluasi terukur terhadap peningkatan kemampuan peserta.
Rangkaian kegiatan belajar tersebut kemudian ditutup secara resmi melalui acara Closing Program Batch 1 yang dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan. Pemberian apresiasi ini diserahkan langsung untuk memacu semangat serta merayakan partisipasi aktif para peserta didik cilik.
Ketua DKM Masjid Hasanah sekaligus Penasihat Hasanah Learning Community, H. Rajab Selamat, M.A., menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif luar biasa dari para pemuda desa ini. Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan fungsi historis masjid dalam peradaban Islam.
“Masjid sejak dahulu bukan hanya menjadi tempat umat melaksanakan ibadah, tetapi juga pusat pendidikan dan pembinaan umat. Saya sangat mendukung inisiatif ini. Kita ingin masjid menjadi tempat yang dirindukan generasi muda, tempat mereka belajar, bertumbuh, dan mempersiapkan masa depan,” tutur H. Rajab Selamat.
Di balik suksesnya perancangan gerakan ini, Muhammad Kasyful Asror selaku Sekretaris HLC memegang peran vital dalam membangun pondasi komunitas—mulai dari perancangan sistem, pengembangan kelas, hingga pengelolaan administrasi program. Ia menegaskan bahwa program Bahasa Inggris ini adalah batu loncatan awal untuk membuka ruang tumbuh yang lahir dari kepedulian akar rumput.
“Kami percaya anak-anak desa memiliki potensi besar, tetapi membutuhkan ruang dan kesempatan untuk berkembang. Pemuda harus hadir mengambil peran, bukan hanya melihat persoalan, tetapi menawarkan solusi. Kami ingin masjid menjadi tempat anak-anak belajar, mengembangkan keterampilan, membangun karakter, dan mempersiapkan masa depan,” ungkap Kasyful Asror penuh optimisme.
Senada dengan hal tersebut, Executive Director Hasanah Learning Community, H. Rusdi, menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan gerakan melalui kolaborasi yang kokoh dan tata kelola yang profesional.
“Inisiatif ini merupakan langkah nyata anak-anak muda dalam menghadirkan kegiatan positif di lingkungan masjid. Ke depan, kita perlu menjaga semangat ini melalui komitmen, kolaborasi, dan pengelolaan komunitas yang baik agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujar H. Rusdi.
Kehadiran Hasanah Learning Community di Desa Muntai kini menjadi teladan nyata bagaimana kolaborasi antara pemuda, pengurus masjid, dan tokoh masyarakat mampu menciptakan perubahan positif dari tingkat desa. Sebuah ikhtiar mulia yang terangkum dalam sebuah filosofi kuat:
Dari Masjid, Kita Menanam Ilmu.
Dari Ilmu, Kita Menumbuhkan Generasi.
Dari Generasi, Kita Membangun Peradaban.







