UNIVERSITAS RIAU GELAR PENGABDIAN DESA BINAAN DI MUNTAI, KEMBANGKAN APARTEMEN IKAN BERBASIS MASYARAKAT

Penyerahan Apartemen Ikan

UNIVERSITAS RIAU GELAR PENGABDIAN DESA BINAAN DI MUNTAI, KEMBANGKAN APARTEMEN IKAN BERBASIS MASYARAKAT

Sabtu,07 November 2026 - 01:05:pm WIB | Oleh: Administrator


MUNTAI, – Universitas Riau (UNRI) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat Desa Binaan dengan dukungan Hibah DIPA LPPM Universitas Riau Tahun 2026 melaksanakan kegiatan pelatihan Pembuatan dan Penempatan Apartemen Ikan Berbasis Masyarakat di Desa Muntai, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. (7/11/2026).

Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Tim Pengabdian Desa Binaan, Dr. T. Ersti Yulika Sari, sebagai salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendorong pemberdayaan masyarakat pesisir, pelestarian ekosistem perairan, serta pengembangan sumber daya perikanan yang berkelanjutan.

Dalam pengantarnya, Dr. T. Ersti Yulika Sari menyampaikan bahwa pengabdian kepada masyarakat bukan sekadar membawa teknologi, melainkan membangun pengetahuan, keterampilan, dan kepedulian bersama dalam menjaga sumber daya perairan.

Melalui pendampingan ini, masyarakat Desa Muntai diperkenalkan dengan teknologi Fish Apartment atau apartemen ikan, yaitu sarana yang dirancang untuk menyediakan habitat bagi biota perairan sekaligus mendukung upaya konservasi laut berbasis masyarakat.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari proses pembuatan dan penempatan apartemen ikan, tetapi juga dari keterlibatan masyarakat dalam memahami, merawat, memantau, dan menjaga keberadaannya di perairan Desa Muntai.

"Universitas Riau hadir bersama masyarakat, belajar bersama masyarakat, dan tumbuh bersama masyarakat," demikian pesan yang disampaikan Ketua Tim Pengabdian Desa Binaan tersebut.

Kepala Desa Muntai, Muhammad Nurin, atas nama Pemerintah Desa dan seluruh masyarakat menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Universitas Riau atas pelaksanaan program pemberdayaan desa binaan tersebut.

Menurutnya, perairan Selat Melaka yang membentang di hadapan Desa Muntai telah sejak lama menjadi sumber penghidupan masyarakat, khususnya para nelayan. Berbagai jenis ikan bernilai ekonomis seperti ikan kurau, jenak, gerot, hingga kerapu menjadi bagian penting dari mata pencaharian masyarakat pesisir.

"Selama ini laut telah memberikan kehidupan bagi masyarakat Desa Muntai. Karena itu, sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga dan merawatnya. Melalui program ini, kita tidak hanya belajar bagaimana menangkap ikan, tetapi juga bagaimana menjaga habitat dan menyediakan ruang bagi ikan untuk berkembang biak," ungkap Muhammad Nurin.

Ia juga menyampaikan bahwa pembuatan dan penempatan apartemen ikan merupakan langkah nyata untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa keberlanjutan usaha perikanan harus berjalan seiring dengan kelestarian lingkungan laut.

Kepala Desa berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai program pelatihan semata, tetapi dapat menjadi gerakan bersama yang melibatkan pemerintah desa, perguruan tinggi, kelompok nelayan, dan seluruh elemen masyarakat.

Pemerintah Desa Muntai memandang program apartemen ikan ini sebagai peluang strategis untuk memperkuat konservasi sumber daya laut sekaligus mendukung peningkatan produktivitas perikanan masyarakat dalam jangka panjang.

Keberadaan apartemen ikan diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya penyediaan habitat bagi biota perairan. Namun, manfaat ekologisnya memerlukan proses pemantauan, pemeliharaan, dan evaluasi secara berkelanjutan.

Melalui sinergi antara Universitas Riau dan masyarakat Desa Muntai, diharapkan lahir pengetahuan baru, keterampilan praktis, serta kesadaran kolektif untuk menjaga kekayaan laut yang menjadi sumber kehidupan masyarakat pesisir.

"Laut bukan hanya untuk kita manfaatkan hari ini, tetapi juga harus kita jaga agar anak cucu kita kelak tetap dapat merasakan manfaat dan kekayaannya. Muntai maju bukan hanya karena mampu menghasilkan ikan, tetapi juga karena mampu menjaga lautnya."

Program ini menjadi salah satu wujud nyata kolaborasi perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam membangun Desa Muntai yang berdaya, produktif, peduli lingkungan, dan berkelanjutan.

Tulis Komentar

img