- Menjaga Perairan Selat Melaka: UNRI dan Warga Desa Muntai Berkolaborasi Hadirkan Teknologi Fish Apartment
- UNIVERSITAS RIAU GELAR PENGABDIAN DESA BINAAN DI MUNTAI, KEMBANGKAN APARTEMEN IKAN BERBASIS MASYARAKAT
- Pendaftaran Sekretaris Desa Muntai Masih Sepi, Tiga Bakal Calon Resmi Mendaftar
- Pemdes Muntai Salurkan BLT-DD Tahap III 2026, Setiap KPM Terima Rp900 Ribu
- Politeknik Negeri Bengkalis Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Perangkat Desa Muntai
Pertemuan di Balai Showroom Desa Muntai
Dorong Konservasi Perairan Desa Muntai, Tim Pengabdian UNRI Kembangkan Teknologi Fish Apartment
Sabtu,07 November 2026 - 01:27:pm WIB | Oleh: Administrator
PEKANBARU – Tim Pengabdian Desa Binaan Hibah DIPA LPPM Universitas Riau (UNRI) Tahun 2026 resmi meluncurkan program pendampingan dan pemberdayaan masyarakat di Desa Muntai. Kegiatan ini berfokus pada konservasi perairan berbasis masyarakat melalui pengenalan serta pengembangan teknologi Fish Apartment (apartemen ikan).
Ketua Tim Pengabdian Desa Binaan LPPM UNRI Tahun 2026, Dr. T. Ersti Yulika Sari, menegaskan bahwa esensi dari pengabdian ini adalah pelibatan aktif warga lokal dalam menjaga ekosistem perairan mereka.
“Pengabdian kepada masyarakat bagi kami bukan hanya tentang membawa teknologi kepada masyarakat, tetapi bagaimana kita bersama-sama membangun pengetahuan, keterampilan, dan kepedulian untuk menjaga sumber daya perairan,” ujar Dr. T. Ersti Yulika Sari dalam sambutannya.
Melalui kegiatan pendampingan di Desa Muntai ini, tim pengabdi mengenalkan Fish Apartment sebagai solusi teknologi sederhana namun efektif untuk menyediakan habitat buatan bagi biota perairan sekaligus memperkuat upaya konservasi lingkungan.
Ia menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat di setiap tahapan kegiatan.
“Yang paling penting adalah masyarakat menjadi bagian dari prosesnya mulai dari memahami, membuat, menempatkan, hingga nantinya bersama-sama memantau dan menjaga keberadaan Fish Apartment di perairan Desa Muntai,” tambahnya.
Dr. T. Ersti Yulika Sari mengutarakan harapannya agar inovasi ini memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan dan keberlanjutan lingkungan warga setempat.
“Kami berharap teknologi ini tidak berhenti sebagai sebuah kegiatan pengabdian, tetapi dapat berkembang menjadi gerakan bersama masyarakat untuk menjaga ekosistem perairan, meningkatkan produktivitas sumber daya ikan, dan pada akhirnya mendukung terwujudnya Desa Muntai yang berkelanjutan dan produktif. Universitas Riau hadir bersama masyarakat, belajar bersama masyarakat, dan tumbuh bersama masyarakat,” tutupnya.
Program pendampingan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara akademisi UNRI dan warga Desa Muntai dalam mengelola potensi perairan secara berkelanjutan.







