- Menjaga Perairan Selat Melaka: UNRI dan Warga Desa Muntai Berkolaborasi Hadirkan Teknologi Fish Apartment
- UNIVERSITAS RIAU GELAR PENGABDIAN DESA BINAAN DI MUNTAI, KEMBANGKAN APARTEMEN IKAN BERBASIS MASYARAKAT
- Pendaftaran Sekretaris Desa Muntai Masih Sepi, Tiga Bakal Calon Resmi Mendaftar
- Pemdes Muntai Salurkan BLT-DD Tahap III 2026, Setiap KPM Terima Rp900 Ribu
- Politeknik Negeri Bengkalis Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Perangkat Desa Muntai
Warga Nelayan Bergotong Rorong Menurunkan Apartemen Ikan
Dari Nelayan untuk Laut: Semangat Gotong Royong Warga Desa Muntai Sambut Program Fish Apartment UNRI
Sabtu,07 November 2026 - 12:18:pm WIB | Oleh: Administrator
BANTAN – Suasana kebersamaan dan semangat gotong royong membara di pesisir Desa Muntai. Bahu-membahu bersama akademisi, warga nelayan setempat menyambut penuh antusias hadirnya Program Pengabdian Desa Binaan Hibah DIPA LPPM Universitas Riau (UNRI) Tahun 2026. Program ini membawa inovasi pembuatan dan penempatan Fish Apartment (apartemen ikan) berbasis masyarakat untuk memulihkan serta menjaga ekosistem perairan perbatasan. (7/11/2026)
Ketua Tim Pengabdian LPPM UNRI, Dr. T. Ersti Yulika Sari, menegaskan bahwa kebersamaan warga adalah kunci utama dari seluruh rangkaian kegiatan konservasi ini.
“Pengabdian kepada masyarakat bagi kami bukan hanya tentang membawa teknologi kepada masyarakat, tetapi bagaimana kita bersama-sama membangun pengetahuan, keterampilan, dan kepedulian untuk menjaga sumber daya perairan,” ungkap Dr. T. Ersti Yulika Sari.
Teknologi Fish Apartment yang diperkenalkan dirancang agar mudah dipelajari dan dibuat secara mandiri oleh masyarakat. Pelibatan aktif warga nelayan sejak tahap awal menjadi fondasi penting agar asas kepemilikan dan kepedulian lingkungan tumbuh secara alami.
“Yang paling penting adalah masyarakat menjadi bagian dari prosesnya—mulai dari memahami, membuat, menempatkan, hingga nantinya bersama-sama memantau dan menjaga keberadaan Fish Apartment di perairan Desa Muntai. Kami berharap teknologi ini tidak berhenti sebagai kegiatan pengabdian, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama untuk menjaga ekosistem perairan, meningkatkan produktivitas sumber daya ikan, dan mendukung terwujudnya Desa Muntai yang berkelanjutan dan produktif. Universitas Riau hadir bersama masyarakat, belajar bersama masyarakat, dan tumbuh bersama masyarakat,” tambahnya.
Semangat keswadayaan dan kerja sama warga ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa. Kepala Desa Muntai, Muhammad Nurin, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya atas kekompakan warga nelayan serta sinergi erat bersama pihak kampus.
“Atas nama Pemerintah Desa dan seluruh masyarakat Desa Muntai, saya menyambut baik serta memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pihak Universitas Riau (UNRI) atas pelaksanaan program pemberdayaan desa binaan melalui kegiatan Pembuatan dan Penempatan Apartemen Ikan Berbasis Masyarakat ini,” tegas Muhammad Nurin.
Ia menambahkan bahwa tradisi menjaga laut secara bersama-sama merupakan benteng utama kelangsungan hidup nelayan di Selat Melaka. Kehadiran modul pelatihan hingga praktik pembuatan apartemen ikan ini menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas warga dalam menjaga ruang hidup mereka.
“Laut di perairan Selat Melaka yang membentang di hadapan Desa Muntai telah lama menjadi sumber penghidupan bagi para nelayan kita. Selama ini, berbagai jenis ikan karang dan ikan bernilai ekonomis tinggi seperti ikan kurau, jenak, gerot, hingga kerapu menjadi andalan pencaharian warga. Dengan adanya program modul pelatihan serta praktik langsung pembuatan dan penempatan apartemen ikan ini, kita tidak hanya sekadar menangkap ikan, tetapi juga berinvestasi nyata dalam menjaga kelestarian ekosistem laut kita,” ujar Muhammad Nurin membakar semangat warga.
Melalui kerja keras dan semangat gotong royong antara nelayan Desa Muntai dan akademisi UNRI, perairan Selat Melaka tidak hanya dirawat, tetapi juga disiapkan menjadi warisan perikanan yang subur dan berkelanjutan bagi anak cucu di masa depan.







