Menjaga Perairan Selat Melaka: UNRI dan Warga Desa Muntai Berkolaborasi Hadirkan Teknologi Fish Apartment

Peletakan Apartemen Ikan di Laut Muntai

Menjaga Perairan Selat Melaka: UNRI dan Warga Desa Muntai Berkolaborasi Hadirkan Teknologi Fish Apartment

Sabtu,07 November 2026 - 12:12:pm WIB | Oleh: Administrator


Muntai– Harapan baru bagi kelestarian laut Selat Melaka kini tumbuh dari pinggiran Desa Muntai. Melalui Program Pengabdian Desa Binaan Hibah DIPA LPPM Universitas Riau (UNRI) Tahun 2026, akademisi dan warga lokal bersatu menggerakkan aksi nyata konservasi perairan melalui pembuatan dan penempatan Fish Apartment (apartemen ikan) berbasis masyarakat. (7/11/2026)

Langkah inovatif ini digawangi oleh Tim Pengabdian LPPM UNRI yang dipimpin oleh Dr. T. Ersti Yulika Sari. Lebih dari sekadar transfer teknologi, program ini dirancang untuk membangkitkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga ekosistem laut demi masa depan generasi mendatang.

“Pengabdian kepada masyarakat bagi kami bukan hanya tentang membawa teknologi kepada masyarakat, tetapi bagaimana kita bersama-sama membangun pengetahuan, keterampilan, dan kepedulian untuk menjaga sumber daya perairan,” ujar Dr. T. Ersti Yulika Sari penuh semangat saat membuka kegiatan.

Ia menegaskan bahwa masyarakat lokal memegang peran sentral dalam keberlanjutan program ini.

“Yang paling penting adalah masyarakat menjadi bagian dari prosesnya—mulai dari memahami, membuat, menempatkan, hingga nantinya bersama-sama memantau dan menjaga keberadaan Fish Apartment di perairan Desa Muntai. Kami berharap teknologi ini tidak berhenti sebagai kegiatan pengabdian, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama untuk meningkatkan produktivitas sumber daya ikan. Universitas Riau hadir bersama masyarakat, belajar bersama masyarakat, dan tumbuh bersama masyarakat,” tambahnya.

Inisiatif ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh Pemerintah Desa dan masyarakat setempat. Kepala Desa Muntai, Muhammad Nurin, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian dan aksi nyata UNRI di wilayahnya.

“Atas nama Pemerintah Desa dan seluruh masyarakat Desa Muntai, saya menyambut baik serta memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pihak Universitas Riau atas pelaksanaan program pemberdayaan desa binaan ini,” tutur Muhammad Nurin.

Bagi warga Muntai, Selat Melaka adalah urat nadi kehidupan. Potensi kekayaan lautnya—mulai dari ikan kurau, jenak, gerot, hingga kerapu—selama ini menjadi sumber penghidupan utama para nelayan. Kehadiran teknologi apartemen ikan memicu optimisme baru bagi kemandirian ekonomi dan kelestarian ekosistem laut mereka.

“Laut di perairan Selat Melaka telah lama menjadi sumber penghidupan nelayan kita. Dengan adanya pelatihan serta praktik langsung pembuatan dan penempatan apartemen ikan ini, kita tidak hanya sekadar menangkap ikan, tetapi juga berinvestasi nyata dalam menjaga kelestarian ekosistem laut kita,” tegas Muhammad Nurin optimis.

Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa ketika ilmu pengetahuan dan kearifan lokal menyatu, perlindungan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan beriringan. Kolaborasi UNRI dan Desa Muntai kini menjadi inspirasi bahwa menjaga bumi bisa dimulai dari aksi sederhana yang dilakukan bersama-sama.

Tulis Komentar

img