- Pemerintah Desa Muntai Pasang Wi-Fi Gratis untuk Mendukung Aktivitas Nelayan di Kuala Desa Muntai
- Pemerintah Desa Muntai Bentuk Panitia Peringatan HUT Ke-81 Republik Indonesia Tahun 2026 Bersama Mahasiswa KKN UNRI
- Pastikan Kepastian Hukum Lahan Warga, BPN Bengkalis Sosialisasi PTSL ILASPP di Desa Muntai
- Mahasiswa KUKERTA Universitas Riau Berperan Aktif dalam Kegiatan Rembuk Stunting Desa Muntai
- Rembuk Stunting Desa Muntai 2026 Sepakati Penguatan Gizi Balita dan Ibu Hamil
Mahasiswa KUKERTA UNRI 2026 di Desa Muntai
Mahasiswa KUKERTA Universitas Riau Berperan Aktif dalam Kegiatan Rembuk Stunting Desa Muntai
Selasa,07 Juli 2026 - 12:00:pm WIB | Oleh: Administrator
Muntai, – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Universitas Riau yang sedang melaksanakan pengabdian di Desa Muntai turut berperan aktif dalam kegiatan Rembuk Stunting Tahun 2026 yang diselenggarakan di Showroom Desa Muntai pada Selasa (7/7/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Muntai tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Muntai Muhammad Nurin, dr. Andri dari UPT Puskesmas Pambang, Kepala PUSTU Muntai, Tenaga Pendamping Profesional (TPP), Ketua TP PKK Desa Muntai, Bidan Desa, Kader Pembangunan Manusia (KPM), Tenaga Pendamping Keluarga (TPK), kader kesehatan, serta unsur masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KUKERTA Universitas Riau tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga berpartisipasi aktif dalam mengikuti jalannya musyawarah, mendokumentasikan kegiatan, serta menyerap berbagai informasi terkait kondisi kesehatan masyarakat, khususnya mengenai upaya pencegahan stunting di Desa Muntai. Keikutsertaan mahasiswa menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
Pada kesempatan itu, Kepala Desa Muntai, Muhammad Nurin, menyampaikan bahwa berdasarkan data tahun 2026, Desa Muntai memiliki 133 balita yang tersebar di tiga Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP), dengan 97 balita aktif mengikuti Posyandu. Alhamdulillah, hingga saat ini Desa Muntai tidak memiliki balita yang mengalami stunting. Meski demikian, pemerintah desa terus berupaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan Posyandu sebagai langkah pencegahan dini terhadap masalah gizi.
Sementara itu, Ketua BPD Desa Muntai, Muhammad Rizal, selaku pimpinan musyawarah, menegaskan bahwa Rembuk Stunting merupakan forum penting untuk menyusun langkah-langkah strategis dalam mempertahankan status Desa Muntai sebagai desa bebas stunting. Dari hasil musyawarah disepakati beberapa rekomendasi, antara lain peningkatan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita, penyediaan nutrisi atau suplemen bagi balita dan ibu hamil, serta penyelenggaraan penyuluhan bagi kader kesehatan dan ibu hamil.
Bagi mahasiswa KUKERTA Universitas Riau, keikutsertaan dalam kegiatan ini menjadi pengalaman berharga untuk memahami secara langsung proses perencanaan pembangunan desa di bidang kesehatan. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam mendukung program percepatan pencegahan stunting.
Melalui keterlibatan aktif dalam Rembuk Stunting, mahasiswa KUKERTA Universitas Riau berharap dapat memberikan kontribusi positif melalui berbagai program edukasi dan pemberdayaan masyarakat selama masa pengabdian di Desa Muntai. Kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah desa diharapkan mampu memperkuat upaya menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas demi terwujudnya pembangunan desa yang berkelanjutan.







