Rembuk Stunting Desa Muntai 2026 Sepakati Penguatan Gizi Balita dan Ibu Hamil

Rembuk Stunting Desa Muntai

Rembuk Stunting Desa Muntai 2026 Sepakati Penguatan Gizi Balita dan Ibu Hamil

Selasa,07 Juli 2026 - 01:54:pm WIB | Oleh: Administrator


Muntai,– Pemerintah Desa Muntai bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Muntai melaksanakan kegiatan Rembuk Stunting. Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan perencanaan pembangunan desa sekaligus forum musyawarah untuk menyusun komitmen dan strategi bersama dalam upaya pencegahan serta penanganan stunting di Desa Muntai bertempat di Showroom Desa Muntai. (7/7/2026).

Musyawarah Rembuk Stunting dibuka dan dipimpin oleh Ketua BPD Desa Muntai, Muhammad Rizal, selaku pimpinan musyawarah. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Muntai, Muhammad Nurin, Kamil Plt. Sekdes, dr. Andri dari UPT Puskesmas Pambang, Kepala PUSTU Muntai, Tenaga Pendamping Profesional (TPP), Kepala Dusun, Perangkat Desa, Ketua TP PKK Desa Muntai, Bidan Desa, Kader Pembangunan Manusia (KPM), Tenaga Pendamping Keluarga (TPK), Tokoh Masyarakat, kader kesehatan, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Dalam laporannya, Kepala Desa Muntai, Muhammad Nurin, menyampaikan bahwa berdasarkan data tahun 2026, jumlah balita di Desa Muntai sebanyak 133 balita yang tersebar di tiga Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP). Dari jumlah tersebut, 97 balita aktif mengikuti kegiatan Posyandu, sementara masih terdapat balita yang belum rutin hadir sehingga perlu menjadi perhatian bersama.

Kepala Desa juga menyampaikan kabar yang sangat menggembirakan bahwa hingga tahun 2026 Desa Muntai tidak terdapat balita yang mengalami stunting. Capaian ini merupakan hasil kerja sama yang baik antara Pemerintah Desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, TP PKK, serta seluruh masyarakat dalam mendukung program kesehatan ibu dan anak.

Meskipun demikian, Kepala Desa menegaskan bahwa seluruh pihak tidak boleh lengah. Upaya pencegahan stunting harus terus diperkuat melalui peningkatan kehadiran balita di Posyandu, pemantauan pertumbuhan secara berkala, pemberian gizi yang seimbang, serta edukasi kepada para orang tua mengenai pentingnya menjaga kesehatan ibu hamil dan balita.

Sementara itu, Ketua BPD Desa Muntai, Muhammad Rizal, menyampaikan bahwa Rembuk Stunting merupakan forum yang sangat penting dalam menyatukan persepsi dan menyusun langkah-langkah strategis untuk mencegah stunting sejak dini. Menurutnya, keberhasilan Desa Muntai yang hingga kini bebas dari kasus stunting harus dipertahankan melalui komitmen dan kerja sama seluruh elemen masyarakat.

Berdasarkan hasil musyawarah, peserta Rembuk Stunting menyepakati beberapa rekomendasi yang akan menjadi prioritas dalam perencanaan kegiatan desa, yaitu: Meningkatkan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita, khususnya yang berisiko mengalami gangguan pertumbuhan. Mendukung penyediaan nutrisi atau suplemen bagi balita dan ibu hamil sebagai upaya pemenuhan kebutuhan gizi. Meningkatkan penyuluhan dan edukasi bagi kader kesehatan, ibu hamil, ibu menyusui, dan orang tua balita mengenai pola asuh, pemenuhan gizi, serta pencegahan stunting. Memperkuat koordinasi antara Pemerintah Desa, UPT Puskesmas Pambang, kader kesehatan, TP PKK, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung program percepatan pencegahan stunting.

Melalui kegiatan Rembuk Stunting Tahun 2026 ini, Pemerintah Desa Muntai berharap seluruh program yang telah disepakati dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan dukungan seluruh masyarakat. Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor, Desa Muntai optimis mampu mempertahankan status sebagai desa bebas stunting sekaligus mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. (NN)

 

Tulis Komentar

img