- Meriahkan Malam Takbiran, Bhabinkamtibmas dan Kepala Desa Muntai Imbau Warga Jaga Ketertiban
- Cegah Karhutla, Bripka Yulfandi Sosialisasikan Maklumat FORKOPIMDA Riau di Desa Muntai dan Muntai Barat
- Gema Takbir Idul adha di Desa Muntai: Pemdes Ajak Warga Syiarkan Agama Melalui Tradisi Adat!
- Kearifan Lokal dalam Mantra Pengobatan Tradisional Masyarakat Desa Muntai
- Tradisi Buang Tetemas Perspektif Islam
Foto Kondisi Bencana Puting Beliung di Kec. Bandar Laksamana
Cuaca Ekstrem Landa Bandar Laksamana, Kepala Desa Muntai Imbau Warga Selalu Waspada
Minggu,07 Juni 2026 - 04:57:pm WIB | Oleh: Administrator
MUNTAI – Menanggapi musibah angin puting beliung yang menerjang SMPN 1 Bandar Laksamana di Desa Api-Api pada Ahad (7/6/2026) pagi, Kepala Desa Muntai langsung mengambil langkah cepat. Beliau memberikan peringatan tegas kepada seluruh masyarakat Desa Muntai, termasuk para nelayan setempat, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana akibat cuaca ekstrem.
Meningkatnya intensitas hujan deras yang disertai angin kencang di wilayah pesisir Bengkalis akhir-akhir ini menjadi ancaman serius, tidak hanya bagi keselamatan di darat tetapi juga keselamatan jiwa para nelayan di laut.
Kondisi cuaca di perairan yang dapat berubah drastis dalam hitungan menit menjadi perhatian utama Kepala Desa Muntai. Beliau meminta para nelayan untuk tidak meremehkan tanda-tanda alam di laut, seperti kemunculan awan hitam pekat (komulonimbus) yang kerap memicu angin puting beliung atau gelombang tinggi.
"Kami mengimbau dengan sangat kepada seluruh nelayan Desa Muntai agar selalu memantau perkembangan cuaca sebelum turun ke laut. Jika kondisi langit sudah mendung pekat disertai angin kencang, tolong jangan memaksakan diri untuk melaut. Keselamatan jiwa adalah yang utama," tegas Muhammad Nurin Kepala Desa Muntai.
Bagi nelayan yang sudah terlanjur berada di laut dan melihat adanya indikasi badai atau pusaran angin, diimbau untuk segera mengarahkan perahu ke daratan terdekat atau mencari tempat berlindung yang aman.
Peristiwa puting beliung yang terjadi sekitar pukul 08.00 WIB di desa tetangga tersebut menjadi alarm keras bagi wilayah pesisir. Hanya dalam hitungan menit, angin kencang dan suara gemuruh berhasil menerbangkan atap baja ringan SMPN 1 Bandar Laksamana hingga porak-poranda serta menumbangkan sejumlah pohon.
Mengingat wilayah Desa Muntai juga berada di garis pantai yang terbuka, potensi angin kencang dan puting beliung dinilai sama besarnya.
Untuk mengantisipasi dampak buruk cuaca ekstrem, Pemerintah Desa Muntai meminta masyarakat di darat maupun di laut memperhatikan hal-hal berikut:
- Bagi Nelayan: Selalu bawa alat keselamatan (life jacket), pastikan alat komunikasi aktif, dan segera kembali ke pantai jika cuaca memburuk secara mendadak.
- Peka Terhadap Tanda Alam: Waspadai suara gemuruh dan pusaran awan yang rendah di atas permukaan air laut maupun daratan.
- Hindari Objek Rawan Roboh: Saat berada di darat, hindari berlindung di bawah pohon tua atau papan reklame saat badai terjadi.
- Periksa Struktur Atap Rumah: Mengingat material atap seng sangat mudah terbang terbawa angin, warga diminta memastikan kekuatan rangka atap rumah masing-masing.
Pemerintah Desa Muntai berharap dengan adanya peringatan dini ini, seluruh masyarakat dan komunitas nelayan dapat lebih siaga, saling menjaga keselamatan, dan menekan risiko kerugian akibat bencana alam. (KSM/NN).







