- Pemerintah Desa Muntai Imbau Masyarakat Manfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis
- KAMPUNG NELAYAN MERAH PUTIH SELANGKAH LAGI TERWUJUD, TIM KKP RI TINJAU LANGSUNG KUALA DESA MUNTAI
- Pemerintah Desa Muntai Ucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah, Tradisi Adat Melayu Terus Dilestarikan
- Usai Apel Senin, Kepala Desa Muntai Gelar Rapat Internal Percepatan Program dan Administrasi Desa
- Bripka Yulfandi Apresiasi Satkamling Desa Muntai, Pelaku Pencurian Akhirnya Diamankan Polisi
Kenduri keselematan di Lokasi Rencana Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih
Kearifan Lokal Mengiringi Rencana Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Muntai
Rabu,17 Juni 2026 - 09:13:pm WIB | Oleh: Administrator
Muntai, 17 Juni 2026 – Semangat kebersamaan dan budaya gotong royong kembali ditunjukkan masyarakat Desa Muntai dalam kegiatan pembukaan lahan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih yang berlokasi di Kuala Desa Muntai, Rabu (17/06/2026). Program ini merupakan bagian dari Program Strategis Nasional Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia yang dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan serta memperkuat pembangunan kawasan pesisir yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.
Kegiatan gotong royong tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat dan pemerintahan desa. Turut hadir Kepala Desa Muntai Muhammad Nurin, Plt. Sekretaris Desa Muntai, perangkat desa, para Kepala Dusun, Ketua RW dan RT, anggota Linmas, tokoh masyarakat, para nelayan, serta warga Desa Muntai yang dengan penuh antusias bergandengan tangan mempersiapkan lokasi pembangunan.
Yang menarik, sebelum pekerjaan pembukaan lahan dimulai, masyarakat terlebih dahulu melaksanakan doa bersama dan kenduri adat Melayu sebagai bentuk rasa syukur sekaligus permohonan keselamatan kepada Allah SWT. Tradisi yang telah diwariskan turun-temurun tersebut menjadi simbol kuat bahwa pembangunan tidak hanya dilakukan secara fisik, tetapi juga diawali dengan nilai-nilai spiritual dan kebersamaan.
Dalam kenduri tersebut, masyarakat menyediakan berbagai hidangan khas tradisi Melayu seperti pulut kunyit, beretih padi sangrai, telur rebus yang telah dikupas, bubur merah putih, pisang, serta aneka makanan tradisional lainnya yang kemudian dinikmati bersama oleh seluruh peserta. Suasana kekeluargaan dan kebersamaan begitu terasa, memperlihatkan kuatnya nilai budaya yang masih hidup di tengah masyarakat Desa Muntai.
Usai doa bersama dipanjatkan, langit yang semula cerah tiba-tiba berubah mendung dan hujan lebat mengguyur lokasi kegiatan. Namun kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat masyarakat. Sebagian warga bahkan memaknai turunnya hujan sebagai pertanda keberkahan dan rahmat dari Allah SWT atas dimulainya pembangunan yang diharapkan membawa manfaat besar bagi masyarakat nelayan Desa Muntai.
Doa yang dipanjatkan bersama-sama tersebut bertujuan memohon ridha, perlindungan, dan keberkahan dari Allah SWT agar pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih dapat berjalan lancar, aman, serta memberikan manfaat bagi generasi sekarang maupun generasi yang akan datang. Masyarakat juga berharap agar seluruh proses pembangunan dijauhkan dari berbagai hambatan dan marabahaya.
Kepala Desa Muntai Muhammad Nurin menyampaikan bahwa pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih merupakan peluang besar bagi kemajuan desa, khususnya bagi para nelayan yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat pesisir.
“Program ini merupakan harapan besar bagi masyarakat nelayan Desa Muntai. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung dan menjaga pembangunan ini agar dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Melalui semangat gotong royong yang menjadi identitas masyarakat Desa Muntai, kegiatan pembukaan lahan berlangsung dengan penuh kekompakan, kebersamaan, dan rasa memiliki. Semangat inilah yang menjadi modal utama dalam mewujudkan pembangunan yang sukses dan berkelanjutan.
Pemerintah Desa Muntai berharap Kampung Nelayan Merah Putih nantinya dapat menjadi kawasan yang modern, produktif, dan representatif bagi aktivitas para nelayan. Lebih dari itu, program ini diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat pesisir, membuka peluang ekonomi baru, serta menjadi tonggak kemajuan Desa Muntai di masa depan.
Di tengah deru hujan yang turun membasahi Kuala Desa Muntai, semangat masyarakat tidak surut. Justru dari kebersamaan, doa, dan gotong royong itulah harapan besar untuk masa depan nelayan Desa Muntai mulai dibangun. (NN)







