Tradisi Adat Melayu Muntai Sambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H dengan Kenduri dan Doa Bersama

Suasana makan bersama stelah kenduri di Mushalla Al Muflihun Desa Muntai

Tradisi Adat Melayu Muntai Sambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H dengan Kenduri dan Doa Bersama

Selasa,16 Juni 2026 - 03:10:pm WIB | Oleh: Administrator


Muntai, 16 Juni 2026 – Masyarakat Desa Muntai kembali melestarikan tradisi adat Melayu dalam menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah/2026 Masehi. Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun ini dilaksanakan dengan penuh khidmat di masjid, mushalla, dan surau yang tersebar di seluruh wilayah Desa Muntai.

Menjelang malam pergantian tahun Hijriah, warga berbondong-bondong hadir ke rumah-rumah ibadah untuk melaksanakan Shalat Magrib dan Shalat Isya berjamaah. Selain beribadah, masyarakat juga membawa berbagai hidangan makanan dan minuman secara sukarela sebagai bentuk kebersamaan dan rasa syukur kepada Allah SWT.

Usai pelaksanaan shalat berjamaah, jamaah mengikuti kegiatan kenduri menyambut Tahun Baru Islam yang diisi dengan pembacaan Surah Yasin, zikir, tahlil, serta doa bersama. Dalam doa tersebut, masyarakat memohon keberkahan, keselamatan, kesehatan, dan kemajuan bagi seluruh warga Desa Muntai serta agar senantiasa diberikan kehidupan yang harmonis dan sejahtera.

Baca juga: https://muntai.desa.id/web/detailberita/454/pemerintah-desa-muntai-ucapkan-selamat-tahun-baru-islam-1-muharam-1448-hijriah-tradisi-adat-melayu-terus-dilestarikan

Tradisi kenduri Tahun Baru Hijriah ini juga menjadi momentum untuk mengenang jasa para pendahulu dan pejuang kampung yang telah membuka serta membangun Desa Muntai. Dalam suasana penuh kekhusyukan, doa-doa turut dipanjatkan untuk para leluhur yang telah berjasa merintis kawasan yang dahulunya masih berupa hutan hingga berkembang menjadi Desa Muntai yang maju dan terus berkembang seperti saat ini.

Kepala Desa Muntai, Muhammad Nurin, menyampaikan bahwa tradisi adat Melayu yang sarat dengan nilai keagamaan dan kebersamaan ini harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.

“Tradisi menyambut Tahun Baru Hijriah melalui kenduri, pembacaan Yasin, dan doa bersama merupakan warisan budaya Melayu yang sangat baik. Selain mempererat silaturahmi, kegiatan ini juga mengajarkan kita untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT serta menghormati jasa para pejuang dan pendahulu yang telah membuka kampung ini,” ujarnya.

Suasana kekeluargaan terlihat begitu erat ketika seluruh jamaah menikmati hidangan yang dibawa secara gotong royong oleh masyarakat. Nilai kebersamaan, persatuan, dan kepedulian sosial yang menjadi ciri khas masyarakat Melayu Muntai tampak nyata dalam pelaksanaan tradisi tersebut.

Melalui peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, masyarakat Desa Muntai berharap dapat menjadikan tahun baru ini sebagai momentum untuk meningkatkan keimanan, memperkuat persaudaraan, serta bersama-sama membangun desa yang lebih maju tanpa melupakan sejarah dan jasa para pendahulu yang telah meletakkan dasar pembangunan Desa Muntai. (NN)

Tulis Komentar

img