- KAMPUNG NELAYAN MERAH PUTIH SELANGKAH LAGI TERWUJUD, TIM KKP RI TINJAU LANGSUNG KUALA DESA MUNTAI
- Usai Apel Senin, Kepala Desa Muntai Gelar Rapat Internal Percepatan Program dan Administrasi Desa
- Bripka Yulfandi Apresiasi Satkamling Desa Muntai, Pelaku Pencurian Akhirnya Diamankan Polisi
- Perkuat Roda Pemerintahan, Kades Muntai Lantik Ketua RT Baru dan Tunjuk Kamil Sebagai Plt. Sekdes
- Cuaca Ekstrem Landa Bandar Laksamana, Kepala Desa Muntai Imbau Warga Selalu Waspada
Foto bersama di Lokasi rencana Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kuala Muntai
KAMPUNG NELAYAN MERAH PUTIH SELANGKAH LAGI TERWUJUD, TIM KKP RI TINJAU LANGSUNG KUALA DESA MUNTAI
Selasa,16 Juni 2026 - 02:32:pm WIB | Oleh: Administrator
Muntai, 16 Juni 2026 – Harapan masyarakat nelayan Desa Muntai untuk memiliki kawasan perikanan yang lebih maju dan modern semakin mendekati kenyataan. Hal ini ditandai dengan kunjungan langsung Tim Survei Perencanaan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih yang dilaksanakan pada Selasa (16/6/2026) di Kuala Desa Muntai, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WIB tersebut merupakan bagian dari upaya percepatan pembangunan infrastruktur perikanan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui Program Kampung Nelayan Merah Putih yang diinisiasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.
Tim survei dipimpin oleh Bapak Ade dari Inspektorat Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (Irjen KKP RI) Jakarta. Turut hadir Bapak Sumardani selaku Kepala Bidang Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau, Bapak Sofyan selaku Kepala Bidang Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bengkalis, Penyuluh Perikanan, Kepala Desa Muntai Muhammad Nurin, Plt. Sekretaris Desa Muntai Kamil, Ketua dan Anggota BPD Muntai, perangkat desa, Ketua dan Pengurus KDMP Muntai, serta tokoh nelayan setempat.
Kunjungan diawali dengan penyambutan dan briefing di Kantor Desa Muntai. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Muntai Muhammad Nurin memaparkan kondisi umum wilayah pesisir, potensi perikanan, serta kesiapan Desa Muntai untuk mendukung program strategis nasional tersebut.
Selanjutnya, seluruh rombongan bergerak menuju Kuala Desa Muntai sebagai lokasi yang direncanakan menjadi kawasan Kampung Nelayan Merah Putih. Di lokasi tersebut, tim melakukan observasi langsung terhadap kondisi geografis, aksesibilitas kawasan, kelayakan lahan, serta fasilitas tambat kapal yang selama ini digunakan oleh para nelayan.
Suasana semakin hidup ketika tim melakukan dialog langsung dengan para tokoh nelayan. Berbagai aspirasi dan kebutuhan masyarakat pesisir disampaikan, mulai dari peningkatan sarana tambat kapal, fasilitas pengolahan hasil perikanan, hingga penguatan ekonomi nelayan berbasis potensi lokal. Sementara itu, pihak KKP RI memberikan penjelasan mengenai konsep, standar, dan tahapan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat nelayan.
Muhammad Nurin menyambut baik kunjungan tersebut dan berharap Desa Muntai dapat menjadi salah satu lokasi prioritas pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Provinsi Riau.
“Program ini sangat dinantikan oleh masyarakat nelayan Desa Muntai. Kami siap mendukung seluruh tahapan yang diperlukan demi kemajuan sektor perikanan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir,” ujarnya.
Kegiatan diakhiri dengan penyusunan catatan awal hasil survei oleh tim gabungan pusat, provinsi, dan kabupaten. Data fisik lapangan serta aspirasi masyarakat yang dihimpun oleh Bapak Ade, Bapak Sumardani, dan Bapak Sofyan akan menjadi bahan penting dalam penyusunan rencana teknis dan masterplan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Muntai.
Kunjungan berlangsung dengan lancar dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Pemerintah Desa Muntai bersama BPD dan tokoh nelayan menyatakan komitmen penuh untuk mendukung program tersebut sebagai langkah nyata menuju desa pesisir yang maju, mandiri, dan sejahtera.
Dengan potensi perikanan yang besar dan dukungan seluruh pihak, Desa Muntai optimistis dapat menjadi salah satu contoh kawasan pesisir unggulan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat nelayan di Kabupaten Bengkalis. (NN)







